CGK-DOH

An explore dream discover life episode of an Indonesian family in Qatar


16 Comments

Interview di Ras Laffan

Hari ini aku mau interview di Ras Laffan, plant site sekaligus site officenya QatarGas. Menurut welcome kit yang aku terima, aku dijadualkan untuk interview dengan 4 orang setelah medical test.

 

Jam 7.30 aku standby di lobby luar untuk menunggu jemputan. Udah lewat 5 menit, tapi belum ada tanda-tanda jemputan. Baru saja aku mau menelpon ke nomer driver yang disediakan, seorang Qatari Srilankan mendekati dan menanyakan kalau aku termasuk rombongan yang mau ke QatarGas. Rupanya selain aku ada dua orang lagi, yang kemudian aku ketahui berasal dari India dan Bahrain. Berbeda dengan aku yang rapi jali dengan baju putih dan berdasi, orang Bahrain cuman pake kaos oblong dan sepatu kets. Sementara orang India hanya memakai baju lengan pendek tanpa dasi. Biarlah, rule of thumb interview aku pegang: lebih baik overdress daripada underdress. Meskipun Anda tahu perusahaan yang Anda apply punya culture relax, jangan overconfident dengan underdress. Dua orang yang menyertaiku ternyata apply untuk posisi mechanical engineer (Bahrain) dan rotating engineer (India).

 

Perjalanan ke Ras Laffan katanya bisa ditempuh dalam 1 jam, tapi kami baru sampai di sana sekitar jam 9 kurang 10 menit. Kami sempet berhenti cukup lama di jalan karena orang Bahrain keukeuh untuk membantu korban kecelakaan – seorang wanita Filipino – yang ditabrak seorang wanita Qatarian meskipun sudah banyak orang yang membantu termasuk – mungkin – saudara dari wanita Qatarian. Aku teringat tulisan di buku Marhaba di hotel untuk tidak meng-underestimate kecepatan mobil. Mungkin si Filipino tertabrak ketika menyeberang karena sebab yang demikian. Wanita Qatari tersebut pingsan sehingga merepotkan orang-orang. Hukum di sana mengatakan barang bukti kecelakaan tidak boleh dipindahkan sebelum polisi datang.

 

Untuk sampai ke Ras Laffan kami melewati highway lebar nan sepi nan mulus nan membosankan….he…he…Sebelum masuk ke Ras Laffan Industrial City, tamu harus mendaftarkan diri di Security Gate dengan menyerahkan passport dan surat pendukung maksud kunjungan. Masuk ke area QatarGas pun demikian, sampai kamera D60 punyaku terpaksa harus ditinggal.

 

Kami di-drop di clinic perusahaan untuk melalui medical test. Medical test terdiri dari beberapa test:

  1. Ambil sample urine dan darah
  2. Test volume udara pernafasan
  3. Test pendengaran
  4. Test ECG

 

Habis medical test, aku ke main office untuk interview. Ternyata dari 4 orang yang dijadualkan hanya tiga yang bisa: 1 technical recruiter dan 2 user dari Loss Prevention Team. Oh ya, sebelum interview aku harus menyerahkan formulir isian employment, menyerahkan pasfoto dan fotokopi ijasah dan certificate. Nah yang terakhir aku gak bawa. Untungnya orang HR-nya nggak reseh. Jadi lesson learnednya bawa juga kopian certificate training.

 

Interview pertama dengan Elissa Grimaldi – technical recruiter. Si doi ternyata punya background S2 environmental tapi memilih karir di recruitment. Berikut beberapa pertanyaan yang aku ingat (dan ini bukan urutan dan bukan semuanya):

-          Apa yang kamu kerjakan sekarang?

-          Mengapa memilih QatarGas?

-          Apa yang kamu ketahui tentang QatarGas?

-          Dari sekian pekerjaan, yang mana yang paling kamu suka? Mengapa?

-          Kalau orang lain ditanya tentang dirimu apa tiga kata yang menggambarkan dirimu? Bagaimana kalau isteri Anda yang ditanya?

-          Apa hambatan Anda untuk pindah ke sini?

-          Apa kontribusi yang bisa Anda berikan jika terpilih?

-          Apa prestasi yang paling Anda banggakan?

-          Apakah Anda sedang di-approach oleh company lain juga?

 

Interview dengan Elissa sangat menarik. Lebih ke arah diskusi karena aku juga kerap melontarkan pertanyaan, seperti:

-          Apa yang menarik dari QatarGas bagi kamu?

-          Mengapa kamu bekerja di sini?

-          Bagaimana masa depan perusahaan ini?

-          Bagaimana organisasi perusahaan dan tim?

-          Bagaimana tahapan setelah interview ini?

-          Apakah compensation dan benefit negotiable?

 

Beberapa statementnya kurasa lebih banyak diarahkan untuk ”menggoda” aku agar tertarik masuk ke QatarGas. No wonder memang untuk itu dia dibayar.

 

Aku sempet mengemukakan concernku mengenai posisiku yang sekarang. Dari posisi leader dan punya beberapa member ke posisi ”hanya” seorang engineer. Aku juga sempat mengemukakan bahwa dengan posisiku yang sekarang aku seharusnya bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari posisi enginer. Dia tidak menjanjikan apa-apa kecuali bahwa aku disarankan untuk berbicara langsung dengan user manager.

 

Sebelum interview selama kurang lebih 45 menit usai aku sempat diperlihatkan contoh standar offer letter dan contoh akomodasi yang disediakan QatarGas.

 

Interview dengan User, tidak lebih sulit. Pertanyaan-pertanyaannya lebih ke arah resume check:

-          Apakah kamu pernah melakukan QRA, HAZOP, other risk studies?

-          Apakah pernah terlibat dalam SIMOPS?

-          Apakah pernah terlibat dalam startup?

-          Apakah pernah melakukan fire safety assessment?

-          Apakah tahu tentang Business Continuity Plan?

-          Apakah tahu tentang Safety Integrity Level?

-          Apakah pernah exposed ke H2S operation?

-          Standar apa yang sering kamu pakai?

-          Software apa yang sering kamu pakai untuk consequence modelling?

 

Untuk interview dengan user aku sengaja membawa satu contoh pekerjaanku yang cukup bagus. Rupanya dia cukup impress dan memuji kerjaanku itu. Satu lagi best practice untuk membawa contoh pekerjaan yang bagus. Selain itu, lagi-lagi aku juga melontarkan pertanyaan menjurus seperti kalau aku di-hire bagaimana posisiku terhadap rekan sekerja di tim? Bagaimana overlapping antara safety dan loss prevention? Sebesar apa coverage dari kerjaan? Seberapa urgent posisi ini harus diisi? Mengapa posisi ini ada?

 

Sama seperti yang aku sampaikan ke Elissa, aku juga mengemukakan concern mengenai posisiku yang sekarang dan downgrade career jika aku menjadi engineer. Sambil mengantarku kembali ke HR, user managerku mempertanyakan kenapa aku melontarkan concernku itu sembari memastikan bahwa dia akan berbicara dengan HR masalah itu.

 

Dengan demikian, interview dah selesai. Aku menunggu untuk diantarkan kembali ke Doha di lobi office HR di depan ruang Elissa. Di tengah waktu menunggu, Elissa menghampiriku dan menanyakan hasil interview dan apakah aku sudah mengemukakan concernku. Selang beberapa menit kemudian Elissa kembali dengan membawa organization chart Safety Environment Quality. Mungkin dia sudah berbicara dengan user manager dan orang HR lainnya sehingga cukup mengejutkanku ketika dia bilang kemungkinan aku akan di”naikkan” menjadi senior engineer karena ada perubahan organisasi. Manager yang sekarang pindah ke Thailand, yang lead jadi manager, dan yang senior jadi lead, sehingga posisi senior kosong.

 

Short of the story, temporary offer yang datang seminggu kemudian ternyata benar dengan posisi senior engineer. Tentu dengan kompensasi yang berbeda daripada engineer yang sebelumnya ditawarkan.

 

Keseluruhan acara hari ini selesai sekitar jam 2-an. Pulang ke Doha aku minta di-drop di Corniche instead of hotel. Maklum ini last chance karena tengah malam nanti aku sudah harus balik. Belum ke Doha kalo belum ke Corniche. Nih ini dia fotoku selama perjalanan ke Ras Laffan dan di Corniche.

Highway Doha-Ras Laffan

Highway Doha-Ras Laffan

kegiatan Konstruksi di Ras Laffan Industrial City

kegiatan Konstruksi di Ras Laffan Industrial City

At Corniche - Doha (Oryx, Asian Games mascot at the background)

At Corniche - Doha (Oryx, Asian Games mascot at the background)

About these ads


1 Comment

For the first time: Qatar

Kuhirup udara pagi – nan panas – itu, kupastikan ruap-ruap oksigen berbau padang pasir memenuhi rongga dada. Selamat Pagi Qatar. Aku datang.

Ini pertama kali aku ke Qatar. Sayangnya aku hanya punya kesempatan 2 malam. Datang pagi ini, besoknya interview dan tengah malamnya balik ke Indo. Cukup melelahkan memang. Dan waktu yang sempit membuatku tidak terlalu berharap banyak melihat dan mengalami Qatar. Yang penting interviewnya sukses.

Pukul 06.10, pagi itu, setelah 8 jam perjalanan dari Changi menaiki Qatar Airways (QR 639). Seorang penjemput memegang secarik kertas di depan dadanya. Aha ada namaku. Penjemput ini dari Al Maha Services, sebuah layanan meet and greet untuk orang-orang yang gak pengen antri lama di imigrasi atau yang sudah kebelet bertemu orang-orang tercintanya….. Aku diantar memasuki ruangan tunggu Al Maha sembari penjemput menangani urusan imigrasi. Di dalam ruangan ada beberapa orang yang juga lagi nunggu diurusin. Gak lama, mungkin 10-15 menit, saya sudah dijemput untuk diantar melalui gate imigrasi melalui antrian imigrasi yang – fiuhhh panjang sekali. Serasa orang penting nih, karena sepertinya ada pintu khusus imigrasi untuk Al Maha ini, jadi tanpa antri langsung lolos keluar. Layanan ini bisa didapat dengan membayar QAR100 dan QAR70 untuk pendamping berikutnya.

 

Al Maha Lounge

Al Maha Lounge

Keluar dari airport sempet agak lama nyariin mobil penjemput dari Ramada Hotel. Si Mbak Al Maha sempet nanya-nanya ke orang sebelum akhirnya sebuah van datang dengan 5 orang penumpang di dalamnya. Perjalanan pun lanjut ke hotel yang dicapai tak lebih dari 20 menit.

Nah ini dia masalahnya. Karena datang kepagian, kamar belum ready. Jadinya ya nunggu dulu di lobby. Sempet bolak-balik beberapa kali tapi tetep aja belum ada. Akhirnya, daripada bengong di lobby, aku putusin jalan. Tadinya mo ikut tour tapi aku lihat kok gak worthed, jadinya aku putusin tuk jalan sendiri. Masalah di Qatar adalah taxi yang sulit didapat. Berdiri lama di pinggir jalan selama setengah jam-an gak dapet juga, jadi akhirnya aku terima saran dari bellboy untuk pakai mobil dari hotel. Dua kali lipat sih harganya tapi daripada-daripada.

Tujuan pertama Souq Waqif.

Souq (=pasar) Waqif adalah salah satu daerah bisnis yang paling ramai dan lokasi pasar tertua di Doha. Souq ini berkembang dari asalnya sebagai pasar akhir minggu yang digunakan oleh Bedouin ketika mereka datang untuk berdagang daging, wol, tenun, dan susu untuk barang harian lainnya. Sekarang berkembang menjadi susunan lorong-lorong sempit yang dipenuhi toko-toko kecil dengan barang-barang yang ditumpuk sampai ke atap dan meluber sampai ke jalan.

 

Di Souq ini Anda dapat menemukan semuanya dari mur, baut, alat dapur, bumbu-bumbu, beras, parfum, alat-alat tukang, pakaian sampai peralatan camping.

 

Waktu aku ke sini jam 9-an pagi, belum banyak toko yang buka. Menurut orang Bahrain yang aku temuin ketika sama-sama ke Ras Laffan, Souq Waqif lebih nyaman dikunjungi pas malam hari. Gerombolan orang bergerak perlahan  dengan suara-suara bising dan kerlap lampu, sangat indah , menurutnya. Sayangnya sampai aku balik ke Indo, kunjungan malam hari tidak terlaksana.

 

Meski cuman bentar di Souq ini aku sempet dapet foto lorong-lorong, struktur bangunan dan deretan sheesha (bener nggak nulisnya nih…) sebelum balik ke hotel. Oh ya, sebelum balik, sempet jalan kaki juga keliling daerah sekitar Souq seperti patung kerang-mutiara, ujung Corniche dan daerah dekat benteng Al Koot.

 

Suatu Lorong di Souq Waqif

Suatu Lorong di Souq Waqif

Display of Sheesha at Souq Waqif

Display of Sheesha at Souq Waqif

 

 

 

 

 

 

 

City Center dan mal

Sore, habis istirahat siang di hotel, aku meluncur ke City Center, yang konon mal terbesar di Qatar. Lagi-lagi pake mobil dari hotel karena taxi susah didapat. Mal yang baru dibuka tahun 2001 ini punya tiga lantai dengan major outlets seperti Carrefour, Debenhams dan beberapa recreation facilities seperti  cinema 14 screen, ice-skating rink, children play zones, water park dan bowling alleys.

 

Waktu aku ke sana, hanya Carrefour yang buka penuh dan sedikit toko yang lain. Maklum bulan puasa, biasanya toko buka jam 8 malam. Di mall ini ada taxi stand, jadi cukup membantu. Gak banyak yang dibeli selain suvenir di Hallmark, kaos, kurma, dan coklat di Carrefour.

 

Selain City Center, ada beberapa mall lain di Doha (dan semuanya belum aku kunjungi pas visit pertama ini….he…he…):

  • Centrepoint
  • Emporium
  • Hyatt Plaza (dengan Giant Store supermarket, dan Homes R Us)
  • Landmark Mall (dengan Mega Mart, Carrefour, dan Marks & Spencer)
  • The Mall (dengan Q-Mart supermarket)
  • Royal Plaza
  • Villagio (dengan Carrefour, Zara Home, ice-skating rink, cinema  dan danau dan kanal di tengah mall)

 

Laporan tiap mall tentu saja nanti setelah aku di sana……

Lobi City Center Doha

Lobi City Center Doha

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers